Tentang Kami

Cerita tercetusnya ide “Ruang Da’i” berawal dari keresahan pribadi founder, Suluh Prasetyo, saat menyaksikan betapa pesatnya perkembangan teknologi digital yang kini telah menguasai hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Ironisnya, kemajuan luar biasa ini justru tidak berbanding lurus dengan pemanfaatannya dalam dunia dakwah. Di tengah gelombang disrupsi digital yang menyentuh transportasi, belanja, komunikasi, hingga kecerdasan buatan, aktivitas dakwah masih banyak berjalan secara konvensional, terpisah dari arus inovasi yang begitu deras.

Teknologi telah berhasil menyelesaikan banyak masalah yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Dulu, ojek pangkalan sering dikeluhkan karena tarif yang tidak transparan atau ketersediaan yang terbatas. Kini, dengan lahirnya aplikasi seperti Gojek, Grab, dan Maxim, masyarakat justru lebih nyaman dan terbantu. Begitu pula dengan sektor belanja yang dahulu mengandalkan pasar tradisional, kini telah berubah drastis dengan hadirnya platform seperti Shopee, Tokopedia, hingga TikTok Shop yang mendisrupsi cara kita bertransaksi.

Pada saat tulisan ini dibuat, dunia teknologi bahkan sedang menyambut peluncuran Google Gemini V0.3—sebuah teknologi kecerdasan buatan (AI) canggih yang mampu menciptakan video realistis hanya dengan perintah teks. Menariknya, tulisan ini sendiri awalnya ditulis dalam bahasa yang kurang rapi, lalu disempurnakan dengan bantuan AI seperti ChatGPT. Ini menjadi bukti nyata bahwa kemajuan teknologi benar-benar telah melampaui banyak batas, dan dalam waktu dekat, akan semakin menggantikan berbagai pekerjaan manusia.

Namun sayangnya, kemajuan luar biasa ini belum benar-benar dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan dakwah. Jika Gojek bisa mendisrupsi sistem transportasi, Shopee mendisrupsi sistem perdagangan, TikTok mendisrupsi sistem interaksi sosial, dan ChatGPT mendisrupsi pola pikir manusia—maka sudah saatnya hadir sebuah platform digital yang mampu mendisrupsi cara umat mendapatkan ilmu dan bimbingan agama.

Ada dua problem utama yang menjadi dasar lahirnya “Ruang Da’i”. Pertama, umat sering kesulitan dalam mencari dan menemukan guru agama atau da’i yang sesuai dengan kebutuhan mereka—baik dari segi latar belakang keilmuan, pendekatan, maupun nilai yang sejalan. Kedua, masih banyak da’i potensial yang hanya dikenal di lingkungan terbatas, padahal memiliki kemampuan dan pengetahuan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas. Mereka berdakwah dari kampung ke kampung tanpa memiliki wadah yang mendukung mereka untuk menjangkau audiens yang lebih besar.

Berangkat dari dua persoalan tersebut, founder mulai berpikir: mengapa tidak memanfaatkan teknologi digital sebagai solusi? Jika berbagai aplikasi hari ini diciptakan untuk mempertemukan produsen dan konsumen secara lebih efektif, maka sudah sewajarnya teknologi juga digunakan untuk mempertemukan umat dengan para da’i secara lebih mudah, terbuka, dan profesional. Dari pemikiran itulah, lahirlah Ruang Da’i—sebuah ruang baru bagi dakwah Islam untuk berkembang, beradaptasi, dan menjangkau zaman.

Download
0
Deserunt Mollit
0
Pengguna
0 k+
Share
0 k+

inovasi digital yang menghubungkan dai dan umat dalam satu genggaman

Kalender Kajian
Mon
Tue
Wed
Thu
Fri
Sat
Sun
M
T
W
T
F
S
S
23
24
25
26
27
28
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
Shopping cart

No products in the cart

Return to shop
Chat WhatsApp
WhatsApp